Hantavirus Mengintai RI! Kemenkes Catat 23 Kasus Positif

ASIANTODAYS – JAKARTA, Belum hilang sepenuhnya kekhawatiran publik terhadap berbagai isu kesehatan, kini masyarakat diminta waspada terhadap ancaman Hantavirus. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI secara mengejutkan merilis data terbaru: sebanyak 23 orang dinyatakan positif terinfeksi virus ini sejak 2024 hingga Mei 2026. Yang lebih mengkhawatirkan, virus ini terbukti fatal. Dari 23 kasus tersebut, 3 pasien dilaporkan meninggal dunia, membawa angka tingkat fatalitas kasus (Case Fatality Rate/CFR) ke angka yang cukup tinggi, yakni 13%.

Lonjakan Drastis di Tahun 2025

Data menunjukkan tren yang cukup mencengangkan. Jika pada tahun 2024 hanya ditemukan 1 kasus, angka ini meledak menjadi 17 kasus sepanjang tahun 2025. Memasuki tahun 2026, baru berjalan hingga pekan ke-16, sudah ada 5 kasus positif yang ditemukan.

Jakarta & Jogja Jadi “Titik Merah”

Berdasarkan sebaran wilayah, Hantavirus ternyata sudah menyebar di 9 provinsi di Indonesia. DKI Jakarta dan DI Yogyakarta menduduki posisi puncak sebagai wilayah dengan kasus terbanyak.

Berikut adalah rincian persebaran wilayah kasus positif:

  1. DKI Jakarta: 6 Kasus
  2. DI Yogyakarta: 6 Kasus
  3. Jawa Barat: 5 Kasus
  4. Wilayah Lain (Banten, Jatim, Sumbar, Kalbar, Sulut, NTT): Masing-masing 1 kasus.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tidak main-main dalam menanggapi temuan ini. Ia menegaskan bahwa Hantavirus adalah ancaman serius yang memerlukan pengawasan ketat. “Ini virus lumayan berbahaya. Jadi kami sudah koordinasi dengan WHO. Kami minta ke WHO untuk bisa lakukan screening-nya,” tegas Menkes Budi saat ditemui di Kantor Kemenkes. Pemerintah kini sedang tancap gas menyiapkan “senjata” deteksi dini, mulai dari penyediaan Rapid Test hingga reagen PCR khusus untuk melacak keberadaan virus ini di tengah masyarakat.

Apa Itu Hantavirus?

Sebagai informasi, Hantavirus biasanya ditularkan melalui tikus (rodent). Penularan ke manusia umumnya terjadi melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi, atau menghirup udara yang terkontaminasi (droplet aerosol).

Langkah Siaga:

  1. Jaga kebersihan rumah dari sarang tikus.
  2. Tutup akses makanan agar tidak dijangkau tikus.
  3. Segera ke dokter jika mengalami gejala demam tinggi, nyeri otot, dan gangguan pernapasan setelah kontak dengan area yang dihuni tikus.

#HantavirusIndonesia #KemenkesRI #WaspadaVirus #KesehatanMasyarakat #BreakingNews

Be the first to comment on "Hantavirus Mengintai RI! Kemenkes Catat 23 Kasus Positif"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*